Labels

Cinta (74) Pendidikan (27) Broken Heart (21) Konseling (15) Teknologi (15) Sosial (13) Sports (12) Cerita (9) Seni (7) Kesehatan (5) Militer (5) Otomotif (5) Semesta Alam (4) Islam (3) Sejarah (3) JASA (1) Makalah Ekonomi (1)
Tampilkan postingan dengan label Broken Heart. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Broken Heart. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

Setangkai pagi merekah

Setangkai pagi merekah
Sebingkai jendela melukiskan pemandangan sebuah taman
Sebaris embun berkilau warnai cerah mentari
Semua tergambar dalam senyumanmu

Engkau adalah lembaran kehidupanku
Dengan tetes tetes rindu yang menghapus setiap sunyi
Kata kata ini berbicara mengenai sebuah isyarat
Yang dirahasiakan bunga
Ketika pagi melepaskan diri dari pekat malam

Dan Kita........
Adalah sebuah belahan hati
Tak bisa kutulis sendiri tanpa kau maknai
Tak bisa kugambar sendiri tanpa kau warnai
Seperti huruf cinta yang berkilauan
Pada setiap bunga di setiap embun yang meresap dalam kalbuku

Cinta telah menngelapkan mataku

Aku di tasbih oleh keangkuhan pagi
Saat mentari menyeringai di pelatarannya
Keheningannya menampar galauku
Dari segala racau umpatan dari bibirku

Apakah ini sisa mimpiku semalam
Ataukah kenyataan yang harus ku telan

Kau memang kebangetan
Bukannya hati ini putih bersih
Saat kau bawa dan kau warnai
Kenapa kau gambar dengan lukisan burukmu

Cinta telah menngelapkan mataku
Cinta telah memilih yang keliru

Dan hati ini tlah kau rusak oleh warnamu
Hingga pagi ini ku sadar telah tetipu

Sungguh khianatanmu sempurna

Biarlah waktu mencumbuku
Ku tlah lelah berlari
Mengejar, . .
Berkejaran
Mengejar bayangmu
Yang menghilang dr pandangku

Kan ku siapkan hati tak berbilik
Jika kau datang kelak
Dan ku hamparkan kerinduanku
Yang kau dekap dan kau bawa

Selamat malam kekasih
Bersemayamlah diujung mataku
Biar aku tak kehilanganmu lagi
 
Ada sebentuk hati
Tertinggal dalam sunyi
Seperti setitik kesan yang tlah bosan
Dari ujung khayal hingga lamunan

Ada air mata di mata sayunya
Goresan terlalu dalam di hatinya
Akan cinta yang melenggang
Dan tak menoleh lagi

Ada pilu bercadar dusta
Torehan senyumnya berbalut luka
Binar matanya bertajuk lara
Hingga hati berlumur prasangka tak berupa

Sungguh khianatanmu sempurna.......
 

Selasa, 11 September 2012

NIAT JOMBLO

Saat kau memilih dia sebagai pasanganmu, berarti kamu siap melupakan setiap orang yg berusah mendekatimu.
Kamu jujur aku jujur, kamu baik aku baik, kamu sayang aku sayang, Kamu putus aku akan selalu nunggu kamu buat balik lagi.

Maaf! Aku Jomblo bukan karena aku gak laku. Tapi karena aku setia menunggu seseorang.

Aku tahu, kamu sudah pindah kelain hati . Dan aku tahu, meski kamu pindah kelain
hati tapi aku akan tetep sayang sama kamu
Disaat aku menangis, siapa yang ada disamping ku? Gak ada kan?

Gak ada seorang pun yang tau apa yang aku rasain skrng :’)
Kenangan bukan buat dilupain, tapi untuk disimpan rapih. Kalo kangen, baru diinget kembali…

Cerita Sedih


Sebagai anak, aku berusaha untuk patuh dan taat kepada orang tua, karna dalam agamaku mewajibkan begitu.
Ketika mereka menjodohkanku dengan pemuda pilihan nya, aku pun meng iyakan.

Untuk di ketahui, aku bukan gadis lugu waktu itu, hanya karena tak pernah ada teman laki laki yang datang kerumahku
Memang nyatanya aku tak punya pacar, dan memang tak pacaran, karena inginku
pacaran setelah menikah.

Jika memang jodohku karena orang tuaku, maka aku ikhlas menjalaninya, dan dengan yakin aku menerima lamarana itu, walau usiaku waktu itu masih 22 tahun.

Kerinduan Yang Dalam



Selepas ku mengeja kerinduanku
Langit terik mengembang
Membelit untaian dalam jelaga hati
Dan meniupkan nafas pada gemuruh penantian

Hati menenggak rindu
Dari waktu menjalar ke ubun ubunku
Menembus dunia khayal
Dalam senandung lirih
Saat rinduku di pagut cekam

Bukan hati kesepian
Bukan pula terlilit angan angan

Aku hanya membentang aksara
Menulis kata kata di persimpangan rasa
Jika tak ku keluarkan
Hanya menjadi jerit hampa jiwa

Kelak hingga sampai batas waktu tiba
Pada bilangan purnama ketujuh
Maka temui aku di dermaga itu
Biar kan kini aku menunggu

Mengais Ditiap Lafadz



Terjajar disudut ruang,
menghitung seberapa detik waktu meninggalkan.
bergelung,
menatap jejak hari berganti dari balik kaca.

Disini aku mencoba berbisik pada udara.
monolog, antara nurani, ruang pengap dan sebaris harap yang kurangkai dalam do'a.
meronce senyum yang terselip disudut bibir keriput
mengharap imbalan mampu mengimbangi resah...

Terhempas aku,
pada ruang kosong menanti lenguh resah segera usai.
mengais ditiap lafadz yang sanggup kuteriakkan walau hanya menggema dan memantul tanpa jawaban.

Sendiri aku,
merasakan punah saat mata masih mampu menangis.

Sunyi...
aku terbiar..
terabaikan...
dalam perjalanan panjang ini
oase bagiku terlalu cepat berlalu.

Minggu, 09 September 2012

Melepas luka dan benci


Ku buka jendela hati ..
Melepas luka dan benci ..
agar dendam tak lagi ada ..
ku ikhlas beranjak pergi ..
lupakan bayangan dirimu ..
meskipun terasa perih ..

Sabtu, 08 September 2012

Malam minggu

Sebagian berlindung di balik baju
Sebagian lagi melawati kelabu
Pasang aksi dusta belagu
Padahal tanpa uang saku

Malam minggu
Sebagian punya harapan baru
Sebagian terkekang ragu
Karena harap belum padu
Rasa cinta yang belum satu
Bahkan belum laku

Bilakah kulewati malam ini
Karena aku terpikat janji

Remuk Hatiku

Remuk kan saja hatiku biar puas rasa
Biarkan gundahku meregang karenanya
Jika setiap gulananya
Berpedih lara

Seperti kertas
Kosong
Putih
Laksa nirmala
Telah kupajang bila kau memulas warna

Tapi nyatanya hitam
Gelap bergelang legam
Laiknya lurik malam
Yang menyembunyikan segala pandang

Jumat, 07 September 2012

Broken in Paris


In the moonlight Your face it glows                                          
Like a thousand diamonds I suppose
And your hair flows like
The ocean breeze
Not a million fights Could make me hate you
You’re invincible Yeah, It’s true
It’s in your eye
Where I find peace

Is it broken?
Can we work it out?
Let’s light up the town, scream out loud!
Is it broken?
Can we work it out?
I can see in your eyes, You’re ready to break
Don’t look away.

And time Is all I ask for
Time I just need one more day
And time You’ve been crying too long
Time And your tears wrote this song
Stay

Kamis, 06 September 2012

Pedih Rasa Ini


Engkau yang sedang patah hati
Menangislah dan jangan ragu ungkapkan
Betapa pedih hati yang tersakiti

Racun yang membunuhmu secara perlahan

Engkau yang saat ini pilu

Betapa menanggung beban kepedihan
Tumpahkan sakit itu dalam tangismu

Yang menusuk relung hati yang paling dalam

Hanya diri sendiri

Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
Di sini ku temani kau dalam tangismu

Bila air mata dapat cairkan hati
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu

Agar kulihat senyum di tidurmu malam nanti

Anggaplah semua ini
Satu langkah dewasakan diri

Dan tak terpungkiri juga bagi

Engkau yang hatinya terluka

Di peluk nestapa tersapu derita
 
Seiring saat keringnya air mata
       
Am                        D
Tak mampu menahan pedih yang tak ada habisnya

[chorus]
  
C             G
Hanya diri sendiri
         
C             D         G
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
     Em                     Bm
Di sini ku temani kau dalam tangismu
     
C                  G      D
Bila air mata dapat cairkan hati
       Em                     Bm
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
     
C                       G          D
Agar kulihat senyum di tidurmu malam nanti

              Em
Anggaplah semua ini
               Bm
Satu langkah dewasakan diri
                 
C       D
Dan tak terpungkiri juga bagi

[interlude] 
G Em Am D Bm Em Am D

[chorus]
  
C             G
Hanya diri sendiri
         
C             D         G
Yang tak mungkin orang lain akan mengerti
     Em                     Bm
Di sini ku temani kau dalam tangismu
     
C                  G      D
Bila air mata dapat cairkan hati
       Em                     Bm
Kan ku cabut duri pedih dalam hatimu
     
C                       G          D
Agar kulihat senyum di tidurmu malam nanti

              Em
Anggaplah semua ini
               Bm
Satu langkah dewasakan diri
                 
C       D
Dan tak terpungkiri juga bagi
G                           
Engkau yang sedang patah hati
 
KeluarJangan Lupa Klik Like Dan Follow ya!