Labels

Cinta (74) Pendidikan (27) Broken Heart (21) Konseling (15) Teknologi (15) Sosial (13) Sports (12) Cerita (9) Seni (7) Kesehatan (5) Militer (5) Otomotif (5) Semesta Alam (4) Islam (3) Sejarah (3) JASA (1) Makalah Ekonomi (1)
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Oktober 2012

WORD-FORMATIONAL PROCESSES

-->


Compounding

Means, two words that have each meaning and then combined into one word that have a new meaning.

Example:

Bookcase = Book + Case
wallpaper = wall + paper
skyscraper = sky + scraper

Conversion

Means, the term used to describe a word class change without any morphological marking.

Example:
party (noun) -> party (verb)
We will be at the party
They like to party

must (verb) -> must (noun)
You must eat your soup
It is a must that you call him

Borrowing

It means that The word is imported from another language.
A few examples that illustrate the mixed vocabulary of English:

avalanche – from Romansch via French
bizarre – from Basque via French
candy – from Arabic and possibly Sanskrit via French
coffee – from Arabic via Turkish and Italian
ketchup – from Malay via Amoy Chinese
schadenfreude – from German

Kamis, 27 September 2012

Genre ( jenis-jenis teks )

genre (jenis-jenis teks)
Genre Text (Jenis teks) level SMP
By colorofme
TEKS DESCRIPTIVE
teks yang isinya mendiskripsikan sesuatu/ seseorang secara spesifik.
Generic Structure : Identification - Description
Identification          :   berisi identifikasi tentang topik yang akan dideskripsikan
Description             :   berisi deskripsi rinci tentang bagian-bagiannya, misalnya tentang physical appearance (ciri-ciri fisik), sifat-sifatnya (characteristics) dll.
Tenses yang digunakan adalah Present tense.
Example: My House, My Favorite Teacher


Contoh teks descriptive:
————————————————————————————————————
The Ambarawa Train Museum houses 21 antique locomotives plus two more, which are stored in the depot. These locomotives are no longer produced; even the factories that made them no longer exist. The main building of this museum is the defunct Ambarawa railway station which was built in 1873. the station covers 127,500 m2.
The oldest in this museum is a locomotive made by Hartman Chemnitz. This locomotive, with a length of 8.58 m and a width of 2.45 m, began its operation in 1891. Using wood as fuel, the steam locomotive could run 50 km/h – its maximum speed.
A special part of a visit to this museum is a trip by train from the Ambarawa Train Museum to the defunct Bedono train station. This package tour is called Railway Mountain Tour. Why is the trip so special? Because the participants will board an antique train and the train will travel on a 4.9 kilometer-cog railway, which is the only one in the world.
————————————————————————————————————
Museum Sejarah Jakarta
Also known as Museum Fatahilah, this museum was named after the sultan who defeated the portuguese in 1527. the Museum, located in Taman Fatahilah, used to be the heart of Dutch colonial administration. Formerly it was the Stadhuis or the Town Hall of Batavia, bult in 1627 and then renovated in 1705 – 1715.
The Museum has a collection of 18 th century furnishing, chinaware, ancient map of Jakarta, and potraits of former colonial governos. In the back of museum, there is a big old Portuguese cannon called is Jagur, with writing in Latin: Ex Me Ipsa Renata Sum (I am Reborn From Myself). It is said so to show that the cannon was remolded from several smaller cannons. It is believed that  Jagur possesses certain mystical powers. Many women who aren’t able to bear children visit it shopping to be blessed with children.
————————————————————————————————————
‘ISSIS’ Cafe
‘ISSIS’ is Javanese word meaning ‘cool’. So, besides the food, ISSIS Café offers a spacious, fully air-conditioned, cozy place.
Located at Jl. Cilacap No. 8, Jakarta Pusat, ISSIS Café is famous for its European food, especially steak, barbecue ribs, salad, and soup. You might find this kind of food anywhere else, but there is no other place that offers great meals at better prices than ISSIS Café.
You can enjoy a delicious imported sirloin steak for only Rp. 25,000 and ice cappuccino for only Rp. 5,500. There is also a salad bar with eight different vegetables. You can make your own salad which you can eat as much as you like, for only Rp. 12,000. The customers are mostly college students, office workers, and families.
————————————————————————————————————
My friend, Miranda.
Hi friends! This is my friend Miranda. She comes from Sulawesi. She was born in Makasar on June 12, 1980. her hobbies are singing and swimming. She also likes planting flowers very much. She lives at 12 Jalan Jaya. She lives together with her parents and two sisters. They are Mr. and Mrs Yudhatama, Sherina and Tiara. Miranda studies at SMP 7. Her older sister is in the first year of SMA, and  Tiara is still in SD. They all love one another
————————————————————————————————————

Perkembangan Peserta didik

B. Perbedaan Individu
Tiap-tiap individu mempunyai kecenderungan berbeda yang secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif
Ciri dan sifat orang yang satu berbeda dengan yang lain. Perbedaan ini disebut perbedaan individual. Maka “perbedaan” dalam “ perbedaan individual” adalah menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis.
1.       Bidang-bidang perbedaan
Garry 1963 (Oxendine, 1984: 317) mengkategorikan perbedaan individual ke dalam bidang-bidang berikut:
·         Perbedaan fisik: usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan bertindak.
·         Perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga, dan suku.
·         Perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat, dan sikap.
·         Perbedaan intelejensi dan kemampuan dasar.
·         Perbedaan kecakapan dan kepandaian di sekolah

a.       Perbedaan kognitif
Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Intelegensi (kecerdasan) sangat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang
b.      Perbedaan individual dalam kecakapan bahasa
Kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan buah pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis, dan sistematis.
Kemampuan berbahasa sangat dipengaruhi oleh faktor kecerdasan, faktor lingkungan, dan faktor fisik (organ pengujar)
c.       Perbedaan dalam kecakapan motorik
Kecakapan motorik atau kemampuan psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja syaraf motorik yang dilakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan.

Rangsangan             indra              saraf sensoris           Pusat
                                       

Kamis, 20 September 2012

Menejemen Pengembangan Koleksi Perputakaan


PENDAHULUAN
            Perpustakaan  merupakan tempat   pengelolaan segala  macam informasi, baik dalam bentuk cetak maupun  terekam termasuk bahan-bahan mikro komputer  dan bahan hasil teknologi canggih lainnya untuk  kepentingan pendayagunaan bagi masyarakat luas. Hasil pengetahuan manusia yang semakin kompleks  itu direkam dalam bentuk perekaman berupa buku,  majalah, film, video, microcomputer, dan lain sebagainya. Bahan-bahan itu dihimpun, dikelola dan disusun berdasarkan aturan tertentu. Sehingga mudah untuk dimanfaatkan kembali secara berulang dalam tempo yang tidak terbatas.
            Koleksi perpustakaan sekarang tidak hanya berupa buku dan bahan cetak lainnya saja, tetapi meliputi  bahan-bahan bukan  buku.  Jadi pengertian  perpustakaan pun bergeser sesuai dengan perkembangan zaman. Sekarang  yang  penting dari pengertian koleksi ialah isi yang terkandung  dalam koleksi  itu. Yaitu informasi yang ada di dalamnya  bukan sekedar  wujud nyata dari koleksi tadi. Koleksi perpusta­kaan merupakan informasi dalam bentuk rekaman, baik  tertulis maupun tercetak dan terekam dalam bentuk rekaman  elektro­nik  seperti video, tape, mikro, dan lain-lain. Informasi dalam pengertian perpustakaan ialah suatu data atau fakta yang  mempunyai  arti  bagi  kepentingan  masyarakat luas.
            Perpustakaan harus selalu membina koleksi yang ada dengan cara melakukan dari suatu seleksi yang  sistematis dan terarah. Seleksi didasarkan pada tujuan, rencana, dan anggaran  yang  tersedia. Pustakawan di bidang pengembangan koleksi harus mengetahui betul apa tujuan  perpustakaan dan siapa masyarakat  pema­kainya.  Tujuan atau fungsi suatu perpustakaan tergantung dari jenisnya. Tetapi perpustakaan yang sejenis pun  tidak selalu mempunyai tujuan  

TEKNIK PELAYANAN DAN MINAT BACA



Pengertian
Layanan perpustakaan adalah semua kegiatan yang ditujukan untuk menyiapkan segala sarana (fisik dan non fisik) bagi mempermudah perolehan informsi/bahan pustaka yang dibutuhkan pemustaka (pengguna perpustakaan).
Layanan perpustakan dapat pula berarti:
a.      Pengorganisasian secara teratur dan sistematis melalui kegiatan pencatatan pendaftaran, mengklasifikasian, pengkatalogan, pemrosesan dan penyiapan bahan-bahan pustaka dalam rak-rak buku serta penyusunan semua bahan pustaka yang ada dalam perpustakaan.
b.      Sistem peminjaman semua fasilitas perpustakaan yang diperuntukan bagi pemakai/pengguna perpustakaan dengan cara cepat dan semudah mungkin sebagai suatu tugas layanan perpustakaan yang berhubungan langsung dengan penggunannya.

Tujuan Layanan
Bahwa tujuan perpustakaan menyediakan layanan kepada pembaca adalah agar bahan pustaka yang terkumpul yang telah diolah sedemikian rupa sesuai dengan aturan yang berlaku dapat sampai ketangan pembaca secara  cepat dan tepat.
Fungsi Perpustakaan :
1.   Pendidikan   :     Perpustakaan harus menyediakan bahan pustaka untuk menambah ilmu pengetahuan/pendidikan secara non formal.
2.   Pelestarian    :     Perpustakaan adalah tempat melestarikan hasil karya budaya bangsa yang berbentuk informasi.
3.   Penelitian      :     Perpustakaan sebagai tempat penelitian, Bahan rujukan yang dimiliki perpustakaan sebagai sumber penelitian.
4.  Rekreasi          :     Melalui bahan pustaka, pemakai bisa bertamasya keliling dunia tanpa dipungut biaya dan aman, atau membaca bacaan yang menghibur.
5. Informatif        :     Perpustakaan dapat menyediakan/memberikan informasi dengan cepat, tepat dan terbaru.
Unsur penunjang Layanan
1.      Koleksi bahan pustaka yaitu bahan-bahan buku dan non buku yang di bina dan di manfaatkan seefektif dan seefisien oleh perpustakaan. Jadi bukan sebagai pajangan, pameran atau hiasan saja, tetapi juga bagaimana pengembangan dan pengorganisasiannya.
2.      Fasilitas yaitu kemudahan berupa sarana prasarana yang tersedia termasuk ragam layanan


3.      Pemakai yaitu orang-orang yang membutuhkan informasi dan berbagai kalangan masyarakat baik secara individual maupun kelompok, yang memanfaatkan layanan perpustakaan, misalnya guru, pelajar dan orang tua dan karyawan.

Senin, 17 September 2012

Pameran Pendidikan Karya Cipta Mahasiswa Dan SMK / JAVA EKSPO

Pemaran ini di selenggarakan Tanggal 14 - 16 September kemarin,,
pemaran ii di selanggaraka di tujukan kepada sekolah sekolah Menengah Kejuaruan dan Universitas Se Jatim . pemaran ini di buat untuk penampilkan karya karya anak bangsa yang diracik oleh tangan tangan kratif anak anak SMK dan Universitas sejatim

Sepeda Motor Berbahan Bakar GAS

Mobil Diesel Berbahan Bakat Minyak Jelanta

Selasa, 11 September 2012

ABSTRAKSI


ABSTRAKSI
HUSNUL LATIFAH,2007.4.043.0001.1.01990 PEMBELAJARAN AKTIF MELALUI METODE IMLA’ UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS HURUF ARAB PADA SISWA KELAS 1 MI ROUDLOTUT THOLIBIN MOROBAKUNG MANYAR GRESIK.
Penelitian ini ingin menjawab permasalahan (1) Bagaimana metode pembelajaran imla’ dalam meningkatkan kemampuan menulis huruf arab? (2) Bagaimana penerapan metode imla’ bagi siswa kelas 1 MI Roudlotut Tholibin Morobakung Manyar Gresik?
Di Mi Roudlotut Tholibin Morobakung Manyar Gresik. Siswa kelas 1 dengan pembelajaran Agama Islam sangat membosankan karena mereka sudah merasa bisa dan penyampaian yang kurang menarik. Sehingga secara tidak langsung siswa menjadi lemah dalam penangkapan materi tersebut. Melalui penggunaan metode yang menarik dan atraktif akan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan tidak kaku sehingga siswa dapat merasa nyaman dalam belajar di ruangan kelas.

Senin, 10 September 2012

Bertmain Petak Umpet Sungguh Mengasikkan


by: Ade Pencilpants

Bermain petak-­umpet waktu kanak-kanak sungguh menyenangkan. Kita bisa berlarian ke sana-ke mari, bisa bersembunyi di tempat yang sepi (jarang diketahui orang), bisa bercanda gurau. Bahkan, tidak jarang sampai berkelahi. Ada juga permainan lain, seperti bentengan. Selain asyik, permainan ini selalu mengajarkan kita untuk bekerjasama. Setiap tim diwajibkan untuk menjaga benteng pertahanannya dari kepungan lawan. Kita juga mengenal permainan karet-gelang, bekel, dan dakon. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Tetapi, tidak jarang pula anak laki-laki ikutan ”nimbrung”. Yang tidak kalah seru adalah permainan gundu (kelereng), gangsing, dan enggrang. Ketiga permainan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Permainan ini tidak hanya mengandalkan kemahiran dan kejelian, tetapi ada juga unsur sportivitas di dalamnya. Sebagian permainan di atas tentu sudah pernah kita lakukan sewaktu kanak-kanak. Sekarang, sulit rasanya menemukan anak-anak yang sedang bermain. Permainan tradisional mereka sudah tergerus virus modernisasi. Film bioskop, game, internet, komik, dan televisi telah menggantikan posisi permainan tradisional. Positifkah?? Bergantung.

Minggu, 09 September 2012

Cerita Dongeng di Dunia Moderen





Ade Pencilpants

Hrr...fiuw....hrr...fiuw, kurang lebih begitulah suara anak kecil ketika ia sedang tertidur pulas. Menjadi anak kecil tempo dulu memang menyenangkan. Mengapa? Setiap kali menjelang tidur, mereka selalu didongengi oleh bapak-ibu, atau kakek-nenek mereka. Terkadang mereka tidak puas bila hanya mendengar satu dongeng saja. Mereka ingin didongengi lebih banyak lagi. Di sela-sela atau setelah selesai mendongeng, kadang pendengar ada yang bertanya tentang dongeng yang disampaikan atau hubungannya dengan realita kehidupan. Dengan sabar, si pendongeng mendengarkan, kemudian menjawab pertanyaan tersebut dengan arif. Ada juga yang sudah tertidur pulas walaupun hanya mendengar satu dongeng saja.

Hampir setiap malam kegiatan tersebut dilakukan. Fasilitasnya pun sangat sederhana. Hanya sebuah tikar yang cukup lega. Kegiatan mendengarkan dongeng biasanya dilakukan di ruang keluarga, terkadang di teras depan rumah sambil melihat bintang yang bersinar terang. Dengan antusias, anak-anak mengikuti setiap kisah yang disampaikan.

Begitulah nilai-nilai kehidupan yang dibungkus dalam dongeng. Dongeng bisa masuk dengan lembut dan tertanam kuat dalam sanubari pendengarnya. Selain itu, kegiatan mendongeng dapat membuat anak tumbuh keberaniannya serta mampu berkomunikasi dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat tatkala anak berada di sekolah. Salah satu anak yang malamnya mendengarkan dongeng tidak jarang menceritakan dongeng itu kembali kepada teman-temannya.


Ada wacana yang berhembus di masyarakat bahwasanya dongeng sering diidentikkan sebagai suatu cerita yang menada-ada, bohong, bualan, khayalan, dan tidak ada manfaatnya. Bahkan, ada yang menganggap dongeng sebagai cerita yang tida masuk akal. Benar, dongeng adalah cerita rekaan, tetapi tidak berarti dongeng itu tidak bermanfaat.

Kreasi Jawa


belajar berbahasa Jawa variasi "krama"
Kreasi Jawa 



1.rebab
a.sumber suara dan cara membunyikan rebab

rebab termasuk dalam kelompok alat music chordophone,yaitu alat music dengan suber suara dawai atau senar.
Sedangkan cara membunyikannya dengan cara digesak dawainya menggunakan alat penggesek khusus.

b.macam macam rebab dan cara penggunaanya

pada perangkat gamelan ageng lengkap,biasanya terdapat dua macam rebab yaitu rebab byur(polos) dan rebab pontong (plonthong).
Berdasarkan kebiasaan,rebab byur digunakan pada saatpenyajian komposisi music karawitan jawa yang berlaras pelog ,sedangkan rebab pontong digunakan pada saat penyajian komposisi music karawitan jawa yang berlaras slendro.

c.steman nada rebab

pada ricikan rebab terdapat dua dawai atau senar.untuk menyajikan komposisi music karawitan jawa yang berlaras slendro,pelog pathet nem dan pelog pathet barang,dawai ricikan rebab distem dengan nada nem(6) dan ro (2).sedangkan untuk penyajian komposisi music karawitan jawa yang berlara pelog pathet lima,dawai ricikan rebab distem dengan nada ji(1) dan ma (5)



2.Kendhang.
a.sumber suara dan cara membunyikan kendhang.

Kendhang termasuk dalam kelompok alat music membrane phone,yaitu alat music dengan sumber suara selaput/membrane.secara umum,cara membunyikan ricikan kendhang adalah dengan dikebuk membrannya menggunakan telapak tangan atau jari jari tangan kanan dan kiri.

b.macam macam kendhang.



Pada perangkat gamelan ageng biasanya terdapat empat macam kendhang yaitu:
a) Kendhang ageng
Merupakan kendhang dengan ukuran fisik paling besar diantara empat macamkendhang pada perangkat gamelan ageng.
b) Kendhang sabet
Merupakan kendhang dengan ukuran fisik lebih kecil daripada kendhang ageng lebih besar dari pada kendhang ciblon.
c) Kendhang ciblon
Merupakan kendhang dengan ukuran fisik lebih kecil daripada kendhang sabet tetapi lebih besar dari pada kendhang ketipung
d) Kendahng ketipung
Merupakan kendhang dengan ukuran fisik paling kecil diantara empat macam kendhang pada perangkat gamelan ageng.

c.Macam macam suara ricikan kendhang ageng,kendhang sabet,kendhang,ciblon.kendhang ketipung beserta cara penghasilannya:

i. Suara “dhah” (not b)
Dikebuk pada bagian tepi tebokan besar dengan telapak dan empat jari tangan kanan merapat dan setelah mengebuk secepatnya dilepas dari tebokan.
ii. Suara “thung” (not p)
Dikebuk pada bagian tengah tebokan besar dengan telapak tangan dan semua jari tangan kanan.
iii. Suara “tak” (not t)
Dikebuk dan ditekan pada tebokan kecil dengan telapak dan semua jari tangan kiri.
iv. Suara “tong” (not o)
Dikebuk dan secepatnya dilepas pada bagian tepi tebokan kecil,menggunakan ujung jari tengah tangan kiri.
v. Suara “ket” (not i)
Dikebuk dan ditekan pada bagian tengah tebokan besar,menggunakan ujung ujung jari tangan kanan
vi. Suara “lang” (not L)
Dikebuk dan secepatnya dilepas dan tebokan kecil,menggunakan telapak tangan dan empat jari tangan kiri
vii. Suara “lung” (not l)
Dikebuk dan secepatnya dilepas dan pada bagian tepi tebokan kecil,menggunakan jari telunjuk tangan kiri
viii. Suara ”ndhet” (not b)
Dikebuk dan ditekan pada bagian tebi tebokan besar,menggunakan telapak empat jari tangan kanan merapat
ix. Suara “dlong” (not b)
Merupakan kombinasi antara suara “ndhah” dan suara “tong”
x. Suara “ndang” (not d)
Merupakan kombinasi antara suara “ndhah” dan suara “long”





3.gender
a.sumber suara dan cara membunyikan gender.
Gender merupakan salah satu kelompok alat music idiophone,yaitu alat music yang sumber suaranya adalah badan dari alat music itu sendiri(bilah logam).adapun cara membunyikan ricikan gender adalah dengan dipukul pada bagian tengah permukaan bilah bilahnya menggunakan dua tabuh yang dipegang dengan tangan kanan dan tangan kiri.

b.macam macam gender.
Berdasarkan ukuran fisik dan susunan nadanya,pada perangkat gamelan ageng terdapat macam gender ,yaitu gender barung ukuran fisiknya lebih besar dan susunan nada nadanya lebih rendah dari pada gender penerus.berdasarkan susunan nada atau larasnya ,pada perangkat gamelan ageng biasanya terdapat tiga macam gender yaitu gender berlaras slendro,gender berlaras pelog nem,gender berlaras pelog barang.




4.bonang

a.sumber suara bonang
bonang termasuk dalam kelompok alat music idiophone ,yaitu alat music yang sumber suaranya adalah badan dari alat music itu sendiri.bonang sumber suaranya berupa pencon logam.

b.cara membunyikan bonang
cara membunyikan bonang adalah dengan dipukul pada bagian pencu dari setiap penconnya menggunakan dua tabuh yang dipegang dengan tangan kanan dan tangan kiri.

c.macam macam bonang
berdasarkan ukuran fisik dan susunan nadanya,pada perangakat gamelan ageng lengkap terdapat tiga macam bonang yaitu bonang panembung,bonang barung,bonang penerus.

Bonang panembung merupakan ricikan bonang dengan ukuran fisik paling besar dan dengan nada nada paling rendah.bonang barung dengan ukuran fisik lebih kecil daripada bonang panembung tetapi lebih besar daripada bonang penerus dan nada nadanya lebih tinggi dari pada bonang panembung tetapi lebih rendah daripada bonang penerus.
Sedangkan bonang penerus merupakan merupakan ricikan bonang dengan ukuran fisik paling kecil dan dengan nada nada paling tinggi.bila ditinjau dari susunan nada atau larasnya,pada perangkat gamelan ageng terdapat dua macam bonang yaitu bonang berlaras slendro dan banang berlaras pelog.
Dengan demikian maka pada seperangkat gamelan ageng lengkap terdapat enam ricikan bonang



5.saron

a.sumber suara saron

saron termasuk dalam kelompok alat music idiophone,yaitu alamt music yang suber suaranya adalah badan dari alat music itu sendiri
sumber suara dari saron berupa bilah bilah logam.

b.cara membunyikan saron

cara membunyikan saron adalah dengan dipukul pada bagian tengah bilah bilahnya menggunakan satu tabuh.

c.macam macam saron

berdasarkan ukuran fisik dan susunan nada nadanya ,pada perangkat gamelan ageng terdapat 3 macam saron yaitu saron demung,saron barung,saron penerus,saron demung merupakan ricikan saron dengan ukuran fisik paling besar dan dengan nada nada paling rendah.saron barung memiliki ukuran fisik lebih kecil dan dengan nada nada lebih tinggi daripada saron barung.sedangkan saron penerus merupakan jenis saron dengan ukuran fisik paling kecil dan dengan nada paling tinggi.
Bila ditinjau dari susunan nada atau larasnya,pada perangkat gamelan ageng terdapat dua macam laras yaitu laras slendro dan laras pelog.



6.Slenthem

a.sumber suara slenthem

slenthem termasuk dalam kelompok alat music idiophone yaitu alat music yang sumber suara adalah badan dari alat music itu sendiri.
Sumber suara pada ricikan slenthem berupa bilah bilah logam.

b.cara membunyikan slenthem

cara membunyikan slenthem adalah dipukul pada bagian tengah bilah bilahnya menggunakan satu tabuh.

c.macam macam slenthem

pada perangkat gamelan ageng ,biasanya terdapat dua macam slenthem yaitu slenthem berlaras slendro,slenthem berlaras pelog

Jumat, 07 September 2012

Tips Menjadi Guru Super Profesional


Kiat Menjadi Guru Profesional
Saya ingin memetik sebuah falsafah Inggris yang menjadi pegangan mereka yang jaya dalam bidangnya. “Nobody plans to fail, but many fail to plan. So let us work and work aur plan”–“Seseorang yang gagal merancang tindakan, ia akan gagal pula dalam bekerja. Oleh karena itu marilah kita rancang langkah kita”.
“Jika Anda ingin tidak dilupakan orang segera setelah meninggal dunia, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang layak diabadikan.” (Franklin)
Lewat tulisan, berbagai macam ide terdokumentasikan menjadi data otentik serta catatan sejarah proses kehidupan pada masanya. Lewat kutipan ini pula “kiat  guru  profesional” menghadap pembaca.
Mencermati berbagai model perkembangan institusi pendidikan terkini, maka terbentang masa yang menggugah nyali para pendidik untuk mengoptimalkan potensi generasi berkualitas. Guru dengan mentalitas pendidik (nurturer/educator) yang mumpuni di bidangnya, adalah tuntutan dalam dunia pendidikan.  Jadi, bukan hanya menjadi dambaan lembaga sekolah. Subyek didik pun menganggapnya sebagai ‘guru favorit’. Jika demikian halnya, lalu bagaimana untuk mewujudkannya?
Sudahkah Anda berpuas hati dengan prestasi sebagai guru? Bagaimana respon peserta didik  saat kegiatan pembelajaran berlangsung? Dan bagaimana hasil evaluasi organisasi? Apapun jawaban  yang Anda berikan, akan tetap memicu serta memacu diri, bahwa kita senantiasa perlu memperbaiki dan mengislahkan kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional) diri. Islah adalah satu konsep yang sangat ditekankan dalam Islam.
Orang beriman jika mempunyai pekerjaan, maka ia selalu mengerjakannya dengan professional dan amalnya dilaksanakan dengan tuntas. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam ath-Thabrani disebutkan bahwa “Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla suka seorang hamba yang kalau dia bekerja dengan itqon (profesional, tuntas dan berstandar).”  
Tips Guru Profesional
  1. Merancang strategi pembelajaran terbaik
Hasan Basri (Abdul Rahman,1998) menyatakan bahwa: “Orang yang bekerja tanpa pengetahuan dan rencana, sama seperti orang yang berjalan meraba-raba di jalan raya yang terbentang.” Orang yang bekerja tanpa tujuan, lebih banyak merusak daripada membangun.” Program pembelajaran sangat penting dipersiapkan serta diaplikasikan sesuai kondisi di lapangan. Agar pola mengajar dapat terarah, maka perlu mencatat peristiwa harian, misalnya: tugas, ulangan, laporan, dst. Sebuah tindakan akan menghasilkan produk yang berkualitas jika  dipersiapkan secara optimal. Agar menjadi siswa terdidik dan unggul, maka perlu dibiasakan untuk merencanakan segala pekerjaan yang akan dilakukan.
Mempersiapkan faktor internal peserta didik dengan menyalakan ‘nyali’ lebih awal adalah hal yang sangat diutamakan. Sebelum menanam, lihat dulu lahannya. Menurut Rasulullah n, ada tiga  tipe. Pertama “laqiyatun” – suci dan baik mudah menerima kucuran dan limpahan air. Kedua “ajadib” – tanaman tidak bisa tumbuh, namun bermanfaat bagi yang lain. Dan  ketiga adalah “qianun” bak padang pasir.  
  1. Jernihkan visi dan peran sebagai guru
Apakah yang melatarbelakangi guru bertindak? Guru sebagai pelaku perubahan dan pendidik karakter. Strateginya? Mempraktikkan pembelajaran kolaboratif, menumbuhkan kejujuran akademis, mengembangkan sekolah sebagai komunitas belajar profesional, membangkitkan kultur kemandirian yang bertanggung jawab.  Jadi, mengedepankan perubahan paradigma sebagai guru profesional.
Pada tataran teknis guru berperan sebagai pengajar dengan tugas utama mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai peserta didik pada satuan pendidikan tertentu. Apa saja yang dipertontonkan guru kepada para siswanya adalah termasuk proses pendidikan. Mereka akan merekam sedemikian rupa  segala  peristiwa yang ada di sekelilingnya.
  1. Hakikat anak didik
Hakikat anak didik menurut al-Ghazali merupakan anak yang sedang berada dalam proses perkembangan dan pertumbuhan sesuai fitrahnya masing-masing. Mereka memerlukan bimbingan serta pengarahan dari pendidik secara konsisten menuju titik yang optimal berdasarkan potensi fitrahnya. Karena kemampuan anak didik sangat ditentukan oleh usia dan perkembangannya.
Sulit menyebut siswa bodoh, yang ada adalah guru belum maksimal dalam mengajar !
Dengan proses sedemikian rupa, sesuatu yang sederhana menjadi luar biasa! Barang yang kelihatan murah akan menjadi sangat tinggi nilainya jika isi dan kemasannya hebat. Pohong (ubi kayu) misalnya, hanya barang lokal jika dikemas dengan teknologi modern bisa menjadi seribu macam produk yang bernuansa global.   
Ingat lagi kondisi peserta didik!
Refleksi! Dengan mengkaji kelemahan dan kekuatan dalam menjalankan proses pembelajaran guru berhadapan dengan subyek didik yang unik, beraneka ragam intelegensinya, kekuatan daya pikir dan nalarnya serta kecenderungannya. Multikarakter subyek didik, akan menjadikan bahan bagi guru untuk ‘menanaknya’ sedemikian rupa. Mereka sedang mengalami proses perkembangan. Oleh karena itu, mereka membutuhkan bimbingan, arahan, teladan secara konsisten ke arah titik yang optimal sesuai fitrahnya.
  1. Guru sebagai apa?
Guru sebagai motivator yang mendorong siswa melakukan sesuatu. Adakalanya cukup dengan penjelasan sekedarnya, namun ada pula yang memerlukan contoh serta teladan agar mudah diikuti siswa.  
Guru harus terus menerus berintuisi serta menggali berbagai macam informasi untuk menemukan inovasi baru dengan cara mendapatkan sumber pembelajaran dari mana saja. Observasi media informasi, serta melibatkan teknologi harus terus dikembangkan.
Guru sebagai fasilitator?
Sebagai fasilitator, guru melayani, membimbing membina dengan piawai serta menghantarkan siswa ke gerbong kesuksesan. Guru selayaknya dengan ringan hati  memfasilitasi siswa untuk menunjang proses pembelajaran.
Hendaknya ia memberikan bimbingan dan arahan kepada peserta didik terhadap perilaku tertentu. Berikan kemandirian untuk beraktivitas secara kreatif dan inovatif. Temukan metodologi yang tepat sebagai sarana pembelajaran.
  1. Menentukan metode pembelajaran
Untuk  menentukan metode pembelajaran hendaknya guru berangkat dari masalah yang dihadapi, baik dari perspektif guru maupun subyek didik. Bagi guru misalnya, rendahnya disiplin siswa, minat belajar tidak maksimal, interaksi belajar yang tidak efektif, cara mengajar yang membosankan, partisipasi belajar rendah, atau intensitas bertanya minim. Dari siswa dapat dilihat dari partisipasi belajar menurun, meremehkan guru, atau motivasi belajar yang bergelombang/tidak konsisten.
Apapun kondisinya, guru hendaknya mengedepankan pemahaman, bahwa metode belajar siswa sekurangnya ada tiga macam jenis. Auditoris, visual, dan terakhir mekanis/kinetis. Maksudnya? Pertama, anak lebih mudah  memahami dengan uraian yang langsung ia dengar. Kedua, mereka lebih mudah menyerap materi pelajaran jika disampaikan dengan peragaan langsung/gambar atau imitasi dari tampilan objek yang sebenarnya. Selanjutnya, penjelasan dengan gerak atau ekspresi yang terhayati (gerakan sholat, seni suara, kungfu). Desain belajar bisa  di mana saja asal lingkungannya mendukung ke arah  KBM.   
  1. Menyelenggarakan program bimbingan bagi siswa yang belum tuntas
Realita membuktikan bahwa ada sebagian siswa yang lamban dalam mengapresiasi bidang studi yang sedang dipelajari. Oleh karena itu, guru perlu mengadakan pendekatan untuk mencari ‘api’ atau ‘gurem’ dalam sekam. Terdapat faktor intrinsik yang harus digali, selanjutnya solusi akan terkuak. Hendaknya guru pintar menyederhanakan persoalan yang rumit, sehingga mudah dimengerti oleh peserta didik.
  1. Memperhatikan adab pendidik
Berikut ini adalah adab bagi pendidik yang ideal :
1.      Memperlakukan murid bagaikan anaknya sendiri. “Sesungguhnya aku bagi kalian seperti ayah terhadap anaknya.” (R. Abu Dawud).
2.      Tidak merendahkan ilmu  lain yang bukan bidangnya.
3.      Mengamalkan ilmu. Jangan sampai perkataannya sendiri diingkari oleh perbuatannya.  
  1. Meneguhkan keyakinan kepada Allah l.
Kita tentunya lebih bermotivasi sekiranya kita sadar bahwa Allah l akan senantiasa menolong hamba-Nya dalam setiap tindakan. Sekiranya benar-benar ikhlas mengharapkan ridho-Nya. Jika hati belum ‘jinak’, sulit rasanya hidayah akan meresap. Bukankah Rasulullah  n  pernah bersabda, “Tidak (sempurna) iman di antara kamu, sehingga hawa nafsunya tunduk terhadap apa yang aku bawa”.
Kesuksesan itu berawal dari hati dan pikiran seseorang dalam memandang sesuatu. Jika internalnya positif, maka eksternalnya juga akan mengiringinya. Epictetus mengatakan, “Kita tidak terganggu oleh hal-hal di luar kita, melainkan oleh bagaimana pikiran kita dalam memandang sesuatu.” Kata kuncinya adalah, jernih dalam memandang dan cermat dalam mencatat. Sudah berulang kali terbukti bahwa pikiran negatif senantiasa menciptakan emosi negatif. EQ Tinggi = Berpikir Jernih  + Emosi sehat + Tindakan Pantas.
Wallahu A’lamu bisshowwab.
Referensi :
Ahmad, Sabri.2006. Melakar Kejayaan dalan Belajar. Sintok: University Utara Malaysia
Brotowidjoyo, Mukayat D.1985. Penulisan Karangan Ilmiah.Jakarta: Akademika Pressindo.
Bakar, Usman Abu.2009.Pemikiran Pendidikan Islam Klasik Dan Modern.Diktat Kuliah.
Majalah Solusi No. 18. September 2010.
Majalah Hidayatullah.Edisi Khusus I/2011.
Martin,Anthony Dio. 2008.Emotional Quality Management. Jakarta: HR Excellency

 
KeluarJangan Lupa Klik Like Dan Follow ya!